Monday, October 08, 2007

Tik Tok Tik Tok (THR has something to do with Urban Planning?)

I wrote this short article last week, unfortunately the web could not work so I ve just uploaded today

Presently I am at the office (1.30 pm at October 2nd 2007)...........

Time goes by so slow (or fast) while I am thinking about Lebaran, which is less than 2 weeks ahead.

Anyway, now I want to discuss about Special Occasion Allowance/SOA (Tunjangan Huru Hara/THR).

What is it? Who deserves it?

Well, for people living outside Indonesia, perhaps you wont know how this allowance meant for most people in Indonesia. This allowance come out only once a year, after the holy month. Altough it is a moeslem holy month, the SOA is for all Indonesian employer and labour. There is no minimum or maximum amount for this SOA, but usually its as much as a one month salary, not bad right?

So, why bother to pay extra expense?

First, because SOA is a must (read here) and also to mention because its an Indonesian culture, rather than a moeslem’s. After the holy month, the Government gives one week holiday for all office, both government agencies and private companies. Indonesian people, especially Jakarta citizens make use these holiday time to return to their home/native county.

So now you know what does the SOA fund are used for, dont you? Yes, the SOA is used for the return home travel. Eventually, could you imagine how native Jakarta feel? For almost 2 weeks the Jak’s will live happy with no congestion, less air pollution, less people in the city and.....shopping all day with the SOA.

Any correlation with Urban Planning?

As far as I observed, there are some relation because :

  1. These routine yearly Urban-Rural commuting event will not happen if rural area could provide jobs. Ofcourse rural planning including traditional and modern industrialization plays a role here.
  2. Every year, Department of Transportation (DoT) manages peaked and loaded carriers. Not only overloaded vehicles, but also related issues such as road safety, train tickets, congestion, migration of people entering/leaving a city/county ect.

Know I am wonder, how much does this lebaran event costs? Imagine the factories that are abandon because of the labor’s holiday.. Consider less doctors available in the hospitals..Think about the suspension of public service documents...Visualize your self trap hours in a congestion...

Lebaran holiday, what a two week in a year!!!



Friday, October 05, 2007

A Tribute for Tim Hura Hura

Since I came back to Jakarta, me and Ayu oftenly spent our spare time together with a small group. The group was established because no other reason besides our frequent meeting during weekends. Besides us, the group consists of Dina, Pungky, Om Mul, Tan Eva and Timothy. Actually it’s a family based group because Dina is my sister and Om Mul is my uncle. While Pungky is Dina’s boyfriend and Tan Eva and Timo is Om Mul’s wife and child.

The group’s main task is to have fun together and I think that “fun” means have lunch and dinner together. Places that we usually visit to hang out together, such as Stone Cafe and Bandung Supermall (BSM) at Bandung or Plaza Senayan (PS), mal puri Indah, Plaza Indonesia, and many more, at Jakarta. But our favourite place to have dinner is Roti Baker Edi (RBE) at south Jakarta, not only because the cheap price, but also the convenient location together. Yesterday we had dinner at a Japanese Resto and end the day by having Ice Cream at the Cream and Fudge Company, both at Senayan City. Sometimes we ask other people to join us, such as Mom, Dad, Finkan, Dewi, or other close relatives.

As an individual and as a couple with Ayu, I am very happy to have these people in our life to spend our time together. Now, after more than 9 months, various places that has been visited has enrich our stories and experiences.

All I can say is that Thank you guys…

Perkembangan Ilmu Perencanaan Kota

Tulisan ini dikutip dari makalah Konsep Perencanaan dan Deliniasi dalam Pengembangan Wilayah dan Kota, sebagai bahan ajar Fungsional Perencana Muda (Bappenas-LPEM UI)

Perkembangan konsep perencanaan wilayah dan kota terbagi pada beberapa periode yang berbeda pada tiap negara. Berikut adalah pembagian berdasarkan periode dengan perbedaan yang sangat signifikan secara umum

a) Konsep Pengembangan Kota Tahun 1800 – 1945

Pada abad 18 terjadi industrialisasi di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Dampak buruk industrialisasi telah mengakibatkan warga Eropa Barat dan Amerika Serikat untuk peduli dengan lingkungan binaan. Beberapa perancang kota terutama dengan latar belakang arsitektur menciptakan konsep-konsep utopis (ideal, angan-angan).

Salah satu arsitek tersebut adalah Ebenezer Howard yang menciptakan pendekatan kota taman (garden cities). Beberapa contoh kota yang menggunakan konsep ini adalah Letchworth Garden City dalam 1903, and Welwyn Garden City pada tahun 1920. Gerakan garden cities cukup tenar pada jaman ini karena diikuti oleh perancang kota di Amerika Serikat dengan dibangunnya kota Sunnyside, Radburn, Jackson Heights dan Baldwin Hills Village. Sedangkan di Jerman dibangun Kota Hellerau, sebuah distrik di wilayah Dresden pada tahun 1909 dan kota Walkerville di Canada.

Jika dilihat dari segi fisik kota, pada era ini sangat kental dengan khas rancang kota dan pola kota (grid, kurva). Selain itu, keberadaan landmark atau ruang terbuka yang berukuran besar sebagai simbol pusat kota juga sangat mudah ditemukan. Hal ini juga di temukan di Indonesia dalam bentuk alun-alun atau balai kota, seperti alun-alun Bandung. Dinyatakan pula bahwa alun-alun ini digunakan untuk wahana berkumpulnya penduduk kota yang sangat padat oleh adanya arus transmigrasi dalam jumlah besar.

b) Konsep Pengembangan Kota Tahun 1945 – 2000

Pada era ini perencanaan fokus pada kegiatan pengembangan ekonomi dan harga lahan. Setelah perang dunia relatif mengalami kemuduran perekonomian sehingga ekonomi menjadi perhatian utama. Tidak hanya ekonomi saja, kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi juga menjadi perhatian dunia perencanaan. Kebijakan pengembangan wilayah dalam bentuk pengembangan wilayah berkembang pesat. Beberapa pemikir ekonomi wilayah adalah walter issard, Vontunen dll.

Para ekonom wilayah memperkenalkan berbagai teori pengembangan wilayah yang sangat erat dengan ekonomi seperti teori sistem perkotaan dan hirarki kota yang menyatakan bahwa peran kota sangat dipengaruhi oleh besar aktivtas ekonomi yang ada didalamnnya. Sebagai contoh, kota dengan aktivitas ekonomi besar merupakan pasar bagi kota atau desa dengan tingkat perekonomian yang lebih kecil (kota penghasil pertanian, perkebunan)

Selain itu, mulai dikenal pula istilah disparitas (kesenjangan) antar wilayah dalam suatu negara. Perbedaan tingkat perekonomian tiap wilayah mengakibatkan adanya wilayah kaya-miskin. Ilmu ekonomi wilayah seperti location quotient, analisis shift share dan matrix input output telah mempengaruhi pengembangan wilayah yang lebih kuantitatif dan ekonomi.

c) Konsep Pengembangan Kota Tahun 2000 – kini

Era ini didominasi oleh persamaan hak, demokrasi dan keterbukaan melalui perkembangan teknologi informasi. Perencanaan partisipatif dan pengembangan masyarakat adalah isu utama karena terkait dengan sosial dan masyarakat setempat. Masyarakat lokal menyadari bahwa merekalah yang akan merasakan dampak langsung dari implementasi suatu produk perencanaan (seperti RTRW) sehingga pendapat dan pemikiran mereka sangat penting.

Pada era ini pula teknologi dan lingkungan menjadi isu utama. Perencanaan harus focus pada pembangunan berkelanjutan (Sustainable development planning) yakni bagaimana merencanakan wilayah dan kota yang dapat terus menerus memberikan kenyamanan kepada masyarakat didalamnya. Muncul pula kasus perencanaan perbaikan lingkungan yang telah rusak seperti perencanaan bekas kawasan pertambangan dan kawasan penggundulan hutan.

Teknologi juga mulai dimanfaatkan seperti dalam perencanaan administrasi lahan (misal dalam teknologi LIS/Land Information System), yakni perencanaan kawasan menggunakan database pertanahan yang lengkap dan system informasi geografi (SIG) untuk kawasan rawan bencana.

Meskipun terdapat konsep yang berbeda pada kurun waktu tertentu, dunia perencanaan tetap menggunakan konsep perencanaan dari jaman dahulu sebagai referensi untuk perencanaan saat ini. Karena bagaimanapun, perencanaan adalah kegiatan untuk mengantisipasi kebutuhan masa mendatang baik fisik, ekonomi, sosial maupun budaya.