Monday, September 24, 2007

Paspor Dinas dan Lebaran

Hari ini sedang dipusing-in ama persoalan paspor + visa. Sebenarnya ngurusin dua hal ini untuk kegiatan yang ini. Alhamdulilah sudah diterima di salah satu universitas di Eropa, jadi sekarang lagi ngurus administrasi ke negara dimana universitas itu berada. Persoalannya adalah apakah pakai paspor biru atau hijau? terus pusing-in berapa lama ya student visanya bisa keluar, mengingat bentar lagi lebaran....

Have you ever heard about "paspor biru"? well, actually "paspor biru" adalah paspor dinas atau paspor kenegaraan, which means that anyone who brings that pasport membawa nama bangsa dan negara. Beda dengan paspor "rakyat biasa" yang paspornya bewarna hijau, pemegang paspor ini hanya "membawa" dirinya sendiri. Sebenarnya yang membedakan adalah warna buku paspor itu, paspor umum bukunya warna hijau (jadi namanya paspor hijau), paspor dinas warna bukunya biru (jadi paspor biru/dinas) dan terakhir, paspor paling sakti adalah paspor diplomatik (warna hitam).

Dari sebuah web KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Australia, paspor biru/dinas Paspor dinas adalah dokumen perjalanan RI yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri RI untuk Warga Negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka dinas bukan diplomatik. (UU No.9 tahun 1992 pasal 32).

Ternyata, bukan cuma PNS aja yang bisa pakai paspor biru, menurut peraturan, ada lagi yang bisa pakai paspor dinas yaitu :

  1. Pegawai Negeri Sipil dan Militer yang bertugas keluar negeri untuk penempatan atau perjalanan dengan tugas resmi.

  2. Anggota MPR,DPR,DPRD,DPA yang bertugas ke luar negeri dengan tugas resmi atau undangan resmi dari suatu badan pemerintahan atau legislatif asing.

  3. Ketua Delegasi Pemerintah yang ditugaskan keluar negeri untuk suatu konperensi tingkat pemerintahan dan tidak bersifat diplomatik.

  4. Isteri/Suami pejabat yang ditempatkan di luar negeri tersebut dalam huruf(a) di atas beserta anak-anaknya yang merupakan anggota keluarganya yang belum berumur 25 tahun dan belum menikah, belum mempunyai mata pencaharian sendiri dan tinggal diwilayah kerja orang tuanya. Anak yang berada diluar ketentuan ini diberikan paspor biasa.

  5. Petugas yang bekerja pada Perwakilan/Rumah Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri berdasarkan kontrak kerja dengan Departemen Luar Negeri beserta suami atau isteri.

  6. Warga negara Indonesia yang berangkat ke luar negeri dalam rangka tugas resmi pemerintah yang ditugaskan berdasarkan Surat Keputusan oleh Departemen/Instansi pemerintah RI.

  7. Warga negara Indonesia yang menurut pertimbangan Pemerintah perlu diberikan.

  8. Orang tua kandung dari para pejabat Diplomatik apabila tinggal bersama di wilayah akreditasi.
Sedangkan untuk membuat paspor dinas ini, pemohon harus menyerahkan :
  1. Menyerahkan nota resmi Menteri Sekretaris Kabinet yang berisi persetujuan penugasan yang bersangkutan untuk melaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri.

  2. Mengisi formulir permohonan (warna putih & biru -Dit. Konsuler Deplu RI)

  3. Menyerahkan pasfoto warna ukuran 3x4 sebanyak tiga lembar dengan catatan: gambar penuh dan jelas dari depan lurus, tanpa tutup kepala, pria mengenakan pakaian sipil lengkap dan wanita mengenakan pakaian nasional.
Nah kelengkapan2 itulah yang sekarang lagi dikejar, asal jangan sampai kalah nafas aja ama yang dikejar haha....maklumlah di bulan yang suci ini, banyak yang tenaga yang melemah apalgi lebaran tinggal 2 minggu lagi

Wuuuuuuahhhhh keep on the spirit!!!!!

No comments: