Thursday, September 20, 2007

IA : untuk ITB atau untuk alumni?

Tulisan pendek ini adalah email saya (19 Sept 2007) ke milis IA-ITB, yang saat ini sedang "hot" dengan isu pemilihan Ketua IA yang baru dan sekaligus adanya berita mengenai ribuan mahasiswa ITB yang terancam DO karena persoalan finansial. Kedua hal ini sangat ironis karena sementara para alumni (yang notabane sudah mapan dan sukses) sedang berdebat mengenai calon yang tepat, adik-adik di kampus masih kesulitan untuk meneruskan pendidikan, bahkan terancam DO. Kenyataan ini membuat saya berpikir, sebenarnya IA 'teh buat siapa? buat alumni atau buat ITB? Saya yakin jawabannya gak bisa hitam-putih, setidaknya keduanya harus mendapat porsi yang sama, selama tidak ada yang dirugikan.

Melihat kondisi yang ada di kampus, saya rasa sudah saatnya IA menunjukkan "keberadaannya" . Selama saya kuliah, seingat saya, IA hanya sekali menunjukkan diri, yakni saat pemilihan ketua IA. Menurut saya, IA harus dikembangkan bukan untuk alumni, namun dikembangkan untuk menjalin network antar alumni untuk kebutuhan ITB, meskipun nantinya akan bermanfaat bagi alumni tsb. Istilahnya, manfaat bagi pribadi alumni adalah spread effect, karena manfaat IA seharusnya dirasakan utamanya oleh kampus, dalam hal ini kegiatan akademik dan mahasiswa. Kegiatan akademik seperti kelancaran peralatan fasilitas belajar (kelas, OHP/monitor, akses internet untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat, dana bagi untuk riset dll) maupun bagi mahasiswa (biaya uang kuliah, kost, maupun kelancaran akademik seperti dana skripsi, penempatan kerja praktek). Dengan demikian, menurut saya, IA secara umum dan pengurus IA secara khusus, harus melihat bahwa prioritas IA adalah untuk membangun ITB. Sedangkan manfaat bagi alumni adalah side effect yang diharapkan nantinya juga akan mendatangkan keuntungan bagi kampus. Maaf jika saya salah, karena saya memang belum membaca AD/ART dan Visi-Misi IA ITB. Hal ini mungkin bisa dimulai dari kasus terancamnya DO 1000 mahasiswa skrg ini.sudah selayaknya IA memberikan solusi untuk adik2 ini.

ITB, ITB, ITB














No comments: