Wednesday, May 09, 2007

Internship at The Department of Sustainability and Environment - Melbourne, 2006

Pengalaman Pelaksanaan Integrasi Peta Digital Pemerintah Pusat – Daerah

(Studi Kasus : Negara Bagian Victoria, Australia)

1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi saat telah menyentuh berbagai ilmu termasuk ilmu perpetaan. Dalam bidang teknologi perpetaan (spasial), teknologi system informasi geografi dapat membantu invetarisasi objek-objek yang keruangan yang ada.

Data spasial akan lebih bermanfaat apabila ada integrasi antar level administrasi pemerintahan seperti pemerintah pusat dan propinsi. Keseragaman data antar pusat-daerah akan menghasilkan ketersediaan data yang lengkap, komprehensif dan mudah digunakan. Sebagai contoh, dam di negara bagian Victoria harus pula terdapat pada peta yang ada di pemerintah pusat.

Australia tengah melakukan proyek perintis mengenai integrasi sistem informasi geografi (GIS). Untuk mencapai tujuan diatas, pemerintah pusat (Federal Government) melalui Geoscience Australia (GA), badan perpetaan nasional, melakukan kerjasama dengan setiap badan perpetaan pemerintah negara bagian (State Government).

Untuk negara bagian Victoria, proyek dimulai dengan pelaksanaan foto udara oleh 3 konsultan dimana setiap konsultan melakukan foto udara dengan overlap sekitar 10 meter di wilayah pedesaan Benalla, bagian utara kota Melbourne. Setelah foto udara, ketiga konsultan melakukan digitasi foto udara dalam bentuk format .Shp (ArcGIS – ESRI) dan membuat metadata peta digitasi.

Selanjutnya foto udara, peta digitasi dan metadata diberikan kepada GA untuk kemudian dibagikan ke agen perpetaan di setiap pemerintah negara bagian.

Pada proyek ini, stakeholder adalah pemerintah pusat Austalia yang diwakili oleh GA dan seluruh pemerintah negara bagian di Australia.

2. Metodologi

Foto udara dilakukan oleh 3 konsultan bidang sistem informasi geografi dan foto udara SPOT 2.5 m imagery dan dilanjutkan dengan proses digitasi peta dengan skala 1 : 25.000 dan metadata peta. Tahap pembandingan peta digitasi dengan peta yang ada saat ini dilakukan oleh setiap agen peta masing – masing pemerintah negara bagian. Untuk negara bagian Victoria, agen perpetaan terdapat di Department of Sustainability and Enviroment (DSE).

Pembandingan dilakukan dengan membandingkan peta digitasi dari GA dengan peta yang ada saat ini dan foto udara digunakan sebagai referensi. Penambahan objek dilakukan pada peta digitasi yang ada pada peta tiap negara bagian berdasarkan peta digitasi GA. Peta negara bagian yang telah ditambahkan dengan objek terbaru kemudian dikirim ke GA dan diupdate.


3. Analisis

Pembandingan dilakukan dengan mengamati dan membadingkan setiap objek pada peta VicMap dan peta GA. Selanjutnya, tahap penambahan data baru dilakukan pada peta GA sehingga dilakukan penambahan objek-objek yang tidak ditemukan pada peta GA tapi terdapat pada peta VicMap dengan digitasi objek.

Objek –objek baru pada peta GA yang telah di update tersebut dilengkapi dengan nomor kode objek dan nomor partisi peta dimana objek tersebut ditemukan. Pada tahap pembandingan peta digitasi, terdapat beberapa objek peta yang dibandingkan. Dalam proyek ini, objek yang dibandingkan adalah :

1. Sistem jalan

2. Objek air darat

3. Landmark besar seperti bangunan perkantoran, tempat peribdatan, menara, dan utilitas

4. Landmark kecil seperti perumahan

5. Landmark pedesaan seperti daerah peternakan, perkebunan

6. Kawaasn hydrographic seperti rawa dan Dam

7. Peta ketinggian daratan dan puncak gunung

8. Peta jenis tutupan lahan seperti tanah, pasir

9. Peta pesisir pantai

Terdapat beberapa persaoalan pada pelaksanaan pembandingan dan penambahan objek pada peta GA yakni :

1. Luas daerah kajian proyek hanya sebagain dari peta victoria sehingga VicMap perlu di clip (dipotong). Mengingat banyaknya layer dan atribut data, kegiatan cliping ini membutuhkan waktu yang cukup banyak.

2. Pada tahap pembandingan, terdapat beberapa objek seperti dam dan rel kereta yang terdapat di VicMap namun tidak ditemukan di GA meskipun peta GA lebih baru. Sehingga peta GA perlu ditambahkan dengan objek-objek tersebut. Sebagai contoh, perhatikan jaringan jalan pada peta GA dan jaringan jalan pada peta Vicmap. Setelah dilakukan pembandingan, terdapat beberapa ruas jalan yang tidak ditemukan pada peta GA namun terdapat di peta Vicmap maupun foto udara. Ruas jalan yang baru ini kemudian di update ke peta GA.

3. Pada tahap pembandingan pula terdapat bias lokasi beberapa dam.

4. Karena keterbatasan waktu pelaksanaan, tidak semua objek di layer hasil perbandingan memiliki kode metadata. Sebagai ilustrasi, perhatikan tabel atribut layer pada peta GA update.

Penyelesaian hambatan-hambatan diatas dilakukan dengan mengamati foto udara. Objek yang tidak ditemukan pada salah satu peta dilihat pada foto udara, apabila ditemukan di foto udara maka objek tersebut exist dan sebaliknya.

Sedangkan untuk objek-objek yang berdekatan, untuk menghindari bias dilakukan asumsi bahwa hingga jarak 10 meter adalah objek yang sama. Hal ini dilakukan mengingat kesalahan digitasi pada skala 1 : 120.000.

Setelah semua pembandingan dan proses penambahan objek baru dilakukan pada peta GA, Department of Sustainability and Enviroment (DSE) mengirim peta GA update ke GA. Berdasarkan perkiraan, dibutuhkan waktu 6 bulan hingga DSE dapat memperoleh peta GA yang siap digunakan.


4. Pelajaran yang diperoleh

Beberapa hal penting yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :

· Kegiatan integrasi data geografi tingkat pusat- daerah melibatkan banyak stakeholder sehingga membutuhkan komitmen dan kerjasama inter-instansi untuk berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.

· Bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini komputer setiap anggota tim yang meng-update peta GA berdasarkan peta Vicmap, saling terhubung melalui jaringan sehingga setiap progress yang dilakukan satu anggota tim dapat diakses oleh anggota tim yang lain. Dalam proyek ini, DSE menggunakan sistem basis data geografi “Engine 8”

· Dibutuhkan dana yang besar dan waktu pelaksanaan yang cukup lama.

5. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa ketersediaan data spasial sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan secara fisik. Dengan adanya integrasi peta pada tingkat pusat dan daerah, informasi mengenai potensi dan ancaman secara geografi dapat diperoleh lebih cepat dan lengkap.

Namun untuk mencapai integrasi peta ini, diperlukan dana yang besar untuk penyediaan data dan komitmen masing- masing instansi yang terlibat. Pada proyek ini, GA (pemerintah pusat) dan DSE (pemerintah negara bagian) secara bersama dan berkesinambungan bekerja menyempurnakan peta digital GA update.


Daftar Pustaka

DSE Letter, 24 Februari 2006

Metadata on Benalla 25K (100K Pilot for Emergency Management), DSE – Victoria, Australia

No comments: